pertanyaan bagus, kenapa jam 10:13, saat saya mulai tulisan ini, saya masih ada di Gedung bertuliskan DATAON, di dalam sebuah ruangan kotak yang dikelilingi kaca, yg tampak seperti akuarium, di hadapan meja yang berantakan dengan gelas, kalendar, plastik2, serta kertas dan bon-bon tagihan tak jelas, terduduk diatas kursi yang sistem hidrolik naik-turun nya yang rusak dan terpaku pada layar monitor LCD 15,4 inch sebuah laptop Toshiba dengan banyak coretan di sana sininya. Rencana untuk bergegas selepas Magrib Gagal Total, spontan berubah, begitu gw melahap Mie ayam yang ada di parkiran. Duit sejumlah 22rb yang rencananya bakal dipake buat ongkos pulang, terpakai 5rbny buat bayar mie ayam. total 17rb setelah dipikir-pikir gak bakal cukup ngongkosin gw pulang ke Bogor. Busway 3,5rb, Bis Agra 11,5rb ditambah Angkot Bogor ke rumah yang berkisar 3rban. uang cadangan 5 ratus dirasa terlalu minum buat pegangan. Stay di kantor adalah solusi, dan selalu menjadi solusi bagi rasa ngantuk, sakit dan kelelahan. Jupiter MX merah yang biasa gw pakai pulang ke bogor sejak pertamapun enggan gw pakai. meski juga solusi untuk no money problem, tapi efek obat ingus yang diberikan Dr. Patricia sabtu kemarin rasanya terlalu membahayakan. Efek itu bakal membuat lo mengantuk luar biasa, merem melek sepanjang perjalanan, yang bukan merupakan hal baru bagi gw, tentu beresiko menghilangkan nyawa penulis baik hati yang malang ini.

Lalu, kenapa saya masih disini ?
BLOG, 5 postingan dalam 2 jam terakhir. berisi tulisan singkat gak jelas dan gak beraturan, tak berkonsep, tak bernyawa, tak sesuai EYD dan tak enak dibaca. tulisan yang dibuat untuk sekedar Kejar Posting supaya terlihat ramai (meski jujur, hati gw yang menulis, bukan otak). postingan dimulai dengan sebuah seruan “Mari menulis”. memang kenyataanny facebook telah membunuh jiwa menulis di blog gw. meski kegiatan rutin menulis di Dreamweaver dan Outlook tetap berjalan normal, namun kenapa gw merasa kalau gw telah kehilangan jiwa penulis gw karena facebbok. (seolah gw pernah punya jiwa penulis). Tapi setidaknya pencapaian ini dirasa cukup Kena target. lalu bagaimana kalau ada yang tertarik membaca tulisan2 saya di blog tersebut ? blog kali ini lebih bersifat personal, jadi mungkin tidak untuk konsumsi publik. (padahal ini sbenarnya belum melewati uji kelayakan dari editor).

Sebenarnya, daku punya cita-cita, menjadi seorang penulis. daku juga sebenarnya bercita-cita, menjadi seorang musisi, menjadi seorang insinyur, dokter, direktur, pejabat pemerintah, presiden, dan banyak lagi yang pada intinya daku ingin bisa segalanya. tapi daku rasa paragraph ini dirasa mulai keluar dari judul, jadi mungkin akan di lanjutkan pada chapter yang lain, mungkin chapter dimana penulis mulai menuliskan bagian, let say “cita-cita si harry potter”.

Kembali ke topik. saya masih disini, itu adalah faktanya sekarang. dan gak usahlah meributkan kenapa saya disini (loh siapa yang meributkan, sedari tadi kamu ribet cerita sendiri). intinya, mari kita bangun kerjasama yang baik antara segenap manusia. dan mari kita bina hubungan simbiosis mutualisme yang baik.

akhir kata, saya masih disini hingga besok, dan mudah-mudahan besok rencana saya pulang cepat bisa terlaksana. Amin

Leave a Reply